Cari Blog Ini

Senin, Juni 23, 2008

Hari ini

 

Minggu, Juni 08, 2008

Artikel

Tips nulis Feature

MENULIS features seperti halnya menulis karya nonfiksi lainnya, seperti artikel, esai, laporan penelitian, dsb. Ia tetap ditulis dengan menggunakan data atau referensi. Namun, ia sangat berbeda dengan berita lempang (hard news) di surat kabar. Features cenderung dipaparkan secara hidup sebagai pengungkapan daya kreativitas, kadang-kadang dengan sentuhan subjektivitas si penulis terhadap peristiwa, situasi, dsb.

Dalam bukunya Features Writing for Newspaper (1975), DR Williamson berujar, features ialah tulisan kreatif yang terutama dirancang guna memberi informasi sambil menghibur tentang suatu kejadian situasi, atau aspek kehidupan seseorang. Dengan demikian, features bisa dianggap tulisan yang lebih ringan dibandingkan dengan berita atau artikel opini. Kekhasan features terletak pada empat point:

• Kreativitas (dalam hal menciptakannya),
• Informatif (dalam hal isinya),
• Menghibur (dalam hal gaya penulisannya), dan
• Boleh subjektif (dalam hal cara penuturannya).

Jenis-jenis Features

Features yang ditulis di surat kabar sangat beragam. Paling sedikit, ada tiga macam features, yakni (1) features berita (news features), (2) feature ilmu pengetahuan (science feature), dan (3) features minat manusia (human interest features).

Pertama, features berita biasanya muncul bersamaan dengan terjadinya suatu peristiwa. Dalam hal ini, news features lebih membicarakan kejadian dari peristiwa tersebut dengan disertai proses timbulnya kejadian itu.

Kedua, features ilmu pengetahuan biasanya dikemukakan dengan cukup berbobot. Ciri tulisan ini ditandai oleh kedalaman pembahasan dan objektivitas pandangan yang dikemukakan. Features jenis juga bisa kita baca di beberapa koran dan majalah, seperti Kompas, Tiara, Trubus, Intisari, Info Komputer, dsb.

Ketiga
, features minat manusia yakni jenis features yang lebih banyak menuturkan situasi yang menimpa orang, dengan cara penyajian tulisan yang menyentuh hati dan menyentil perasaan.

Mengingat features itu pada dasarnya lebih mengandalkan pada tuturan kejadian, situasi, peristiwa, atau proses juga terjadinya suatu peristiwa, maka dalam menyajikan tulisan, features harus jelas dan juga logis (masuk akal). Selain itu, features janganlah bersifat menggurui dan sejenisnya. Diharapkan, penulisan features akan lebih menarik jika ia dibiarkan bercerita sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Yuk, Kita Belajar Menulis Features!

Menulis features pada intinya seperti menulis berita di surat kabar (baca hard news, ‘berita lempang’). Artinya, ia harus mengandung enam unsur berita, yakni (1) What, (2) Who, (3) When, (4) Where, (5) Why, dan (6) How. Rumusan ini biasa disingkat menjadi “5W 1H”.

Sebelum kita menginjak ke tahap PENULISAN, ada baiknya kita tahu tahap-tahap sebelumnya. Seorang wartawan/penulis yang baik, setidaknya mesti melakukan tahap-tahap sebagai berikut:

1. Menemukan peristiwa dan jalan cerita,
2. Cek, ricek, dan triple cek jalan cerita,
3. Memastikan sudut berita (point of view),
4. Menentukan lead atau intro/bagian pembuka, dan
5. Menulis berita

Jenis-jenis Lead

Hubungan antara lead dan sudut berita begitu memaksa reporter untuk memikirkan lead sejak masih di lapangan. Bahkan, penentuan lead di lapangan sangat membantu mengarahkan pengumpulan bahan. Di bagian ini akan kita coba uraikan 16 buah lead disertai contoh yang membantu.

1. Lead PASAK (Peg)

Apakah yang menjadi gara-gara atau pelatuk peristiwanya? Misalnya, ada berita seorang Ibu yang putus asa karena ditinggal suami kawin lagi. Nah, pelatuk peristiwa inilah yang akan menjadi lead.

Putus asa karena ditinggal suami yang kawin lagi, seorang Ibu tega menggantung tiga anaknya kemarin siang di Cipanas. Ketiga korban berumur 4, 6, dan 8 tahun itu masih berpakaian seragam sekolah lengkap.

2. Lead KONTRAS

Ada berita terpilihnya TD Pardede sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Tekstil Indonesia di sebuah hotel mewah di Jakarta. Padahal, TD Pardede sedang berada di Medan. Selama ini TD Pardede dikenal orang sederhana, tidak kaya, namun ia terpilih sebagai ketua lembaga yang prestise.

Di Medan, di kantor yang modern ber-AC, di balik meja tua yang sudutnya bekas terbakar, TD Pardede menerima pemilihannya sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Tekstil Indonesia. Berita itu disampaikan dengan telepon tadi malam dari Jakarta, tempat pemilihan itu berlangsung.

3. Lead PERTANYAAN

Ada berita tentang pemberantasan minuman keras di beberapa kota.

Berapa ratus Baileys-kah untuk memulihkan sebuah kebahagiaan? Bismoko (45) bukan nama sebenarnya, salah seorang peminum berat yang kepergok kemarin di salah satu bar Jakarta, menjawab dua botol sekali minum, dua kali sehari, 25 hari sebulan. Ia seorang pengusaha (rekanan pemerintah) yang sukses, tetapi seorang suami yang malang, menurut pengakuannya.

4. Lead DESKRIPTIF
Ada berita tentang gempa bumi yang terjadi di Jakarta. Peristiwa itu terjadi akibat adanya pergeseran lapis bumi di Pantai Pelabuhan Ratu.

Gedung […] masih mencakar langit sampai jam 14.35 kemarin, ketika tiba-tiba puncaknya gemetar, hanya satu menit, lalu retak kecil membelah dari atas sampai ke bawah. Tidak seorang pun penghuninya sempat berteriak, tahu-tahu gedung itu sudah berubah jadi puing berlepotan darah, korban gempa berkekuatan gempa pada skala Richter

5. Lead STAKATO

Ada berita tentang perebutan Piala Tommy dalam lomba balap mobil. Ada lima finalis yang dijagokan dalam ajang bergengsi itu.

Wus, wus, wus! Lima mobil balap serentak meraung. Kuning-merah-hijau-putih-hitam. Hayo, hayo, hayo! Penonton serentak berteriak dan berjingkrak. Laki-perempuan-tua-muda. Urutan warna tidak berubah. Finish! Mobil kuning sudah pasti menang setelah tikungan maut itu, kemarin sore di sirkuit Sentul.

6. Lead LEDAKAN

Seorang lelaki keriput bagai buah markisa tua tertatih-tatih di tengah peserta seminar parapsikologi kemarin di Jakarta. Tiba-tiba sidang gempar. Lelaki itu menghamburkan serbuk merica ke seluruh ruangan, menyebabkan orang ramai bersin. Dengan itulah seminar resmi dibuka.

7. Lead FIGURATIF

Bagai siang memeluk malam, begitulah perkawinan Firman (27) dan Fiona (54) kemarin sore di Cibubur. Beda usia yang besar tampak tidak mampu membedakan, malah menyamakan keduanya.

8. Lead EPIGRAM (Ungkapan khas)

Sudah diberi hati minta jantung pula. Seorang suami diancam cerai oleh istrinya di PN Jakarta Pusat kemarin pagi. Suami itu dituduh memperkosa anak tirinya, anak si istri dari perkawinan terdahulu, sementara istri membanting tulang dengan berjualan di pasar. Si suami menolak tuduhan. Katanya malah dirinya yang dipaksa oleh anak tirinya.

9. Lead LITERER

Kisah Si Kabayan terulang di Ciputat kemarin sore. Seorang lelaki muda dituduh oleh penduduk mencuri sapi. Lelaki itu membantah. Alasannya, dia hanya memungut tali jerami yang melintang di jalan. Bukan salahnya, kata lelaki itu, jika di ujung tali tersebut terikat seekor sapi.

10. Lead PARODI

Gara-gara terlalu bersemangat mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatan olahraga, rumah pun disatroni maling. Itulah yang menimpa keluarga X ketika seisi rumahnya, termasuk pembantu, meninggalkan rumah untuk lari di Monas Minggu pagi.

11. Lead KUTIPAN

“Akan saya gebuk,” kata Presiden Soeharto kemarin di Boyolali, mereka yang mencoba mengganti presiden dengan cara-cara yang tidak konstitusional.

12. Lead DIALOG/PERCAKAPAN

“Betulkah Saudara mencuri sapi?”
“Tidak Pak Hakim. Saya hanya menarik tali. Eh, tahu-tahu ada anak sapi di ujungnya.” Begitulah dialog hakim dan tersangka kemarin siang di PN Jakarta Selatan.

13. Lead KUMULATIF

Lead kumulatif menyajikan peristiwa secara berurut, membawa pembaca sampai pada antiklimaks peristiwa.

Polisi menerima laporan seorang gadis di Menteng, Jakarta Pusat kemarin sore. Konon di rumahnya ada cairan nitrogliserin, bahan pokok pembuat bom. Sepasukan polisi segera datang menggeledah kulkas, tempat cairan itu. Si gadis mengatakan, ia panik saat menerima botol itu dari temannya dan disuruh untuk melemparkannya pada siapa pun yang berani mengganggu. Ketika polisi menemukan dan memeriksanya, benda itu ternyata cuma lem.


14. Lead SUSPENSI
(sama persis dengan lead no 14)

15. Lead URUTAN (idem ditto)

16. Lead SAPAAN

Anakku, bagaimana kabarmu di sekolah? Apakah kamu senang belajar bersama teman-temanmu? Ah, tentu kamu senang belajar membaca, menulis, bermain di taman, dan sebagainya. Kisah berikut ini ternyata cuma mimpi bagi Syafitri Mutia, putri kedua Menteri Komunikasi dan Informasi Dr Sofyan A Djalil.

Langkah-langkah Menulis Berita

Setelah menentukan LEAD, kita perlu menginterventarisasi jenis-jenis keterangan yang telah dikumpulkan di lapangan, yaitu JALAN CERITA dari PERISTIWA yang hendak Anda laporkan. Hasil investarisasi inilah yang perlu dibongkar pasang sampai terasa pas dengan JALAN CERITA yang ditemukan.

Itulah pula yang jadi sub judul dari berita.
Setelah merumuskan LEAD, mulailah kita menata BADAN BERITA. Satu hal yang perlu diingat ialah tempatkanlah hasil inventarisasi yang kurang penting di bagian belakang berita. Semakin kurang penting unsur inventarisasi, semakin ke belakang tempatnya dalam berita. Inilah yang disebut dikenal dengan cara PIRAMIDA TERBALIK.

Singkatnya, ada resep yang bisa Anda tuliskan sebagai berikut:

  • Tulislah lead yang “bicara”, yang “bercakap”. Tulislah berita seperti layaknya Anda mengisahkannya secara lisan,
  • Tulislah lead pendek, paling banter 30 kata, atau tiga baris ketikan,
  • Bila pikiran mulai agak kacau ketika menulis, pilah-pilah lead Anda yang rumit itu dalam dua/tiga kalimat,
  • Sebisa mungkin gunakanlah kalimat pernyataan yang sederhana. Usahakan tak lebih dari 20 kata.
  • Gunakan kata-kata sederhana, bukan yang berkabut.
  • Hindarkan kata-kata teknis, atau istilah asing yang kurang perlu,
  • Usahakan kata-kata konkret, “Jangan katakan, tapi tunjukkan”,
  • Sebanyak mungkin pakai kata kerja yang aktif, yang menggembarkan tindakan, gerak. Sebisa mungkin hindari kata-kata sifat.
  • Berkisahlah untuk pembaca, dan
  • Berkisahlah seperti melukis.

Menulis Feature

Oleh: Farid Gaban

Mengapa feature?

Secara kasar karya jurnalistik bisa dibagi menjadi tiga:

· Stright/spot News -- berisi materi penting yang harus segera dilaporkan kepada publik (sering pula disebut breaking news)

· News Feature -- memanfaatkan materi penting pada spot news, umumnya dengan memberikan unsur human/manusiawi di balik peristiwa yang hangat terjadi atau de-ngan memberikan latarbelakang (konteks dan perspektif) melalui interpretasi.

· Feature -- bertujuan untuk menghibur melalui penggunaan materi yang menarik ta-pi tidak selalu penting.


Dalam persaingan media yang kian ketat tak hanya antar media cetak melainkan juga an-tara media cetak dengan televisi, straight/spot news seringkali tak terlalu memuaskan.

Spot news cenderung hanya berumur sehari untuk kemudian dibuang, atau bahkan be-berapa jam di televisi. Spot news juga cenderung menekankan sekadar unsur elementer dalam berita, namun melupakan background.

Kita memerlukan berita yang lebih dari itu untuk bisa bersaing. Kita memerlukan news feature -- perkawinan antara spot news dan feature.

Karena tradisi ini relatif baru, kita perlu terlebih dulu memahami apa unsur-unsur dan as-pek mendasar dari feature.

Apakah feature?

Inilah batasan klasik mengenai feature: ''Cerita feature adalah artikel yang kreatif, kadang-kadang subyektif, yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi in-formasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan atau aspek kehidupan.''

Kreatifitas
Berbeda dari penulisan berita biasa, penulisan feature memungkinkan reporter ''men-ciptakan'' sebuah cerita. Meskipun masih diikat etika bahwa tulisan harus akurat -- karangan fiktif dan khayalan tidak boleh -- reporter bisa mencari feature dalam pikirannya, kemudian setelah mengadakan penelitian terhadap gagasannya itu, ia menulis.

Subyektifitas
Beberapa feature ditulis dalam bentuk ''aku'', sehingga memungkinkan reporter me-masukkan emosi dan pikirannya sendiri. Meskipun banyak reporter, yang dididik dalam re-porting obyektif, hanya memakai teknik ini bila tidak ada pilihan lain, hasilnya enak dibaca.

Tapi, reporter-reporter muda harus awas terhadap cara seperti itu. Kesalahan umum pada reporter baru adalah kecenderungan untuk menonjolkan diri sendiri lewat penulisan de-ngan gaya ''aku''. Kebanyakan wartawan kawakan memakai pedoman begini: ''Kalau An-da bukan tokoh utama, jangan sebut-sebut Anda dalam tulisan Anda.''

Informatif
Feature, yang kurang nilai beritanya, bisa memberikan informasi kepada masyarakat mengenai situasi atau aspek kehidupan yang mungkin diabaikan dalam penulisan berita biasa di koran. Misalnya tentang sebuah Museum atau Kebun Binatang yang terancam tutup.

Aspek informatif mengenai penulisan feature bisa juga dalam bentuk-bentuk lain. Ada ba-nyak feature yang enteng-enteng saja, tapi bila berada di tangan penulis yang baik, fe-ature bisa menjadi alat yang ampuh. Feature bisa menggelitik hati sanubari manusia untuk menciptakan perubahan konstruktif.

Menghibur
Dalam 20 tahun terakhir ini, feature menjadi alat penting bagi suratkabar untuk bersaing dengan media elektronika.

Reporter suratkabar mengakui bahwa mereka tidak akan bisa ''mengalahkan'' wartawan radio dan televisi untuk lebih dulu sampai ke masyarakat. Wartawan radio dan TV bisa mengudarakan cerita besar hanya dalam beberapa menit setelah mereka tahu. Se-mentara itu wartawan koran sadar, bahwa baru beberapa jam setelah kejadian, pem-bacanya baru bisa tahu sesuatu kejadian -- setelah koran diantar.

Wartawan harian, apalagi majalah, bisa mengalahkan saingannya, radio dan TV, dengan cerita eksklusif. Tapi ia juga bisa membuat versi yang lebih mendalam (in-depth) menge-nai cerita yang didengar pembacanya dari radio.

Dengan patokan seperti ini dalam benaknya, reporter selalu mencari feature, terhadap be-rita-berita yang paling hangat. Cerita feature biasanya eksklusif, sehingga tidak ada ke-mungkinan dikalahkan oleh radio dan TV atau koran lain.

Feature memberikan variasi terhadap berita-berita rutin seperti pembunuhan, skandal, bencana dan pertentangan yang selalu menghiasi kolom-kolom berita, feature bisa mem-buat pembaca tertawa tertahan.

Seorang reporter bisa menulis ''cerita berwarna-warni'' untuk menangkap perasaan dan suasana dari sebuah peristiwa. Dalam setiap kasus, sasaran utama adalah bagaimana menghibur pembaca dan memberikan kepadanya hal-hal yang baru dan segar.

Awet
Menurut seorang wartawan kawakan, koran kemarin hanya baik untuk bungkus kacang. Unsur berita yang semuanya penting luluh dalam waktu 24 jam. Berita mudah sekali ''pu-nah'', tapi feature bisa disimpan berhari, berminggu, atau berulan-bulan. Koran-koran kecil sering membuat simpanan ''naskah berlebih'' -- kebanyakan feature. Feature ini diset dan disimpan di ruang tata muka, karena editor tahu bahwa nilai cerita itu tidak akan musnah dimakan waktu.

Dalam kacamata reporter, feature seperti itu mempunyai keuntungan lain. Tekanan deadline jarang, sehingga ia bisa punya waktu cukup untuk mengadakan riset secara cer-mat dan menulisnya kembali sampai mempunyai mutu yang tertinggi.

Sebuah feature yang mendalam memerlukan waktu cukup. Profil seorang kepala polisi mungkin baru bisa diperoleh setelah wawancara dengan kawan-kawan sekerjanya, ke-luarga, musuh-musuhnya dan kepala polisi itu sendiri. Diperlukan waktu juga untuk meng-amati tabiat, reaksi terhadap keadaan tertentu perwira itu.

Singkat kata, berbeda dengan berita, tulisan feature memberikan penekanan yang lebih besar pada fakta-fakta yang penting -- fakta-fakta yang mungkin merangsang emosi (menghibur, memunculkan empati, disamping tetap tidak meninggalkan unsur infor-matifnya). Karena penakanan itu, tulisan feature sering disebut kisah human interest atau kisah yang berwarna (colourful).

Teknik penulisan
Jika dalam penulisan berita yang diutamakan ialah pengaturan fakta-fakta, maka dalam penulisan feature kita dapat memakai teknik ''mengisahkan sebuah cerita''. Memang itulah kunci perbedaan antara berita ''keras'' (spot news) dan feature. Penulis feature pada ha-kikatnya adalah seorang yang berkisah.

Penulis melukis gambar dengan kata-kata: ia menghidupkan imajinasi pembaca; ia me-narik pembaca agar masuk ke dalam cerita itu dengan membantunya mengidentifikasikan diri dengan tokoh utama.

Penulis feature untuk sebagian besar tetap menggunakan penulisan jurnalistik dasar, ka-rena ia tahu bahwa teknik-teknik itu sangat efektif untuk berkomunikasi. Tapi bila ada aturan yang mengurangi kelincahannya untuk mengisahkan suatu cerita, ia segera me-nerobos aturan itu.

''Piramida terbalik'' (susunan tulisan yang meletakkan informasi-informasi pokok di bagian atas, dan informasi yang tidak begitu penting di bagian bawah -- hingga mudah untuk dibuang bila tulisan itu perlu diperpendek) sering ditinggalkan. Terutama bila urutan pe-ristiwa sudah dengan sendirinya membentuk cerita yang baik.

Jenis-jenis Feature

Feature kepribadian (Profil)
Profil mengungkap manusia yang menarik. Misalnya, tentang seseorang yang secara dra-matik, melalui berbagai liku-liku, kemudian mencapai karir yang istimewa dan sukses atau menjadi terkenal karena kepribadian mereka yang penuh warna.

Agar efektif, profil seperti ini harus lebih dari sekadar daftar pencapaian dan tanggal-tang-gal penting dari kehidupan si individu. Profil harus bisa mengungkap karakter manusia itu. Untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan, penulis feature tentang pribadi seperti ini seringkali harus mengamati subyek mereka ketika bekerja; mengunjungi rumah mereka dan mewawancara teman-teman, kerabat dan kawan bisnis mereka.

Profil yang komplit sebaiknya disertai kutipan-kutipan si subyek yang bisa meng-gambarkan dengan pas karakternya. Profil yang baik juga semestinya bisa memberikan kesan kepada pembacanya bahwa mereka telah bertemu dan berbicara dengan sang tokoh.

Banyak sumber yang diwawancara mungkin secara terbuka berani mengejutkan Anda de-ngan mengungkap rahasia pribadi atau anekdot tentang si subyek. Tapi, banyak sumber lebih suka meminta agar identitasnya dirahasiakan. Informasi sumber-sumber itu penting untuk memberikan balans dalam penggambaran si tokoh.

Feature sejarah
Feature sejarah memperingati tanggal-tanggal dari peristiwa penting, seperti proklamasi kemerdekaan, pemboman Hiroshima atau pembunuhan jenderal-jenderal revolusi. Koran juga sering menerbitkan feature peringatan 100 tahun lahir atau meninggalnya seorang tokoh.

Kisah feature sejarah juga bisa terikat pada peristiwa-peristiawa mutakhir yang mem-bangkitkan minat dalam topik mereka. Jika musibah gunung api terjadi, koran sering memuat peristiwa serupa di masa lalu.

Feature sejarah juga sering melukiskan landmark (monumen/gedung) terkenal, pionir, fi-losof, fasilitas hiburan dan medis, perubahan dalam komposisi rasial, pola perumahan, makanan, industri, agama dan kemakmuran.

Setiap kota atau sekolah memiliki peristiwa menarik dalam sejarahnya. Seorang penulis feature yang bagus akan mengkaji lebih tentang peristiwa-peristiwa itu, mungkin dengan dokumen historis atau dengan mewawancara orang-orang yang terlibat dalam peristiwa-peristiwa bersejarah.

Fature petualangan
Feature petualangan melukiskan pengalaman-pengalaman istimewa dan mencengangkan -- mungkin pengalaman seseorang yang selamat dari sebuah kecelakaan pesawat ter-bang, mendaki gunung, berlayar keliling dunia, pengalaman ikut dalam peperangan.

Dalam feature jenis ini, kutipan dan deskripsi sangat penting. Setelah bencana, misalnya, penulis feature sering menggunakan saksi hidup untuk merekontruksikan peristiwa itu sendiri. Banyak penulis feature jenis ini memulai tulisannya dengan aksi -- momen yang paling menarik dan paling dramatis.

Feature musiman
Reporter seringkali ditugasi untuk menulis feature tentang musim dan liburan, tentang Ha-ri Raya, Natal, dan musim kemarau. Kisah seperti itu sangat sulit ditulis, karena agar tetap menarik, reporter harus menemukan angle atau sudut pandang yang segar.

Contoh yang bisa dipakai adalah bagaimana seorang penulis menyamar menjadi Sin-terklas di Hari Natal untuk merekam respon atau tingkah laku anak-anak di seputar hara raya itu.

Feature Interpretatif
Feature dari jenis ini mencoba memberikan deskripsi dan penjelasan lebih detil terhadap topik-topik yang telah diberitakan. Feature interpretatif bisa menyajikan sebuah or-ganisasi, aktifitas, trend atau gagasan tertentu. Misalnya, setelah kisah berita meng-gambarkan aksi terorisme, feature interpretatif mungkin mengkaji identitas, taktik dan tujuan terotisme.

Berita memberikan gagasan bagi ribuan feature semacam ini. Setelah perampokan bank, feature interpretatif bisa saja menyajikan tentang latihan yang diberikan bank kepada pegawai untuk menangkal perampokan. Atau yang mengungkap lebih jauh tipikal pe-rampok bank, termasuk peluang perampok bisa ditangkap dan dihukum.

Feature kiat (how-to-do-it feature)
Feature ini berkisah kepada pembacanya bagaimana melakukan sesuatu hal: bagaimana membeli rumah, menemukan pekerjaan, bertanam di kebun, mereparasi mobil atau mem-pererat tali perkawinan.

Kisah seperti ini seringkali lebih pendek ketimbang jenis feature lain dan lebih sulit dalam penulisannya. Reporter yang belum berpengalaman akan cenderung menceramahi atau mendikte pembaca -- memberikan opini mereka sendiri -- bukannya mewawancara sum-ber ahli dan memberikan advis detil dan faktual.

Rabu, Juni 04, 2008

Pernak pernik


Berburu Benda Etnik di Jati'ku BSD Junction.

Anda penyuka benda-benda seni dari beragam etnik mulai dari Jawa, Bali samapi dengan badui?. Tak per perlu repot dengan mendatangi berbagai dari etnik ini, anda cukup datang Jati'ku Art Shop di BSD Junction.
Toko yang berada di lantai 1 BSD Junction, blok D5 Nomor 12 ini menyediakan beragam benda seni, dengan harga cukup bervariasi mulai dari Rp 10 ribu sampai dengan ratusan ribu, semuanya tersedia.
Ragam bendanya cukup banyak, mulai dari sekedar gantungan kunci, pengganjal pintu, topeng, kaca hias, kain sampai dengan tas semuanya tersedia.Harganya juga cukup bervariasi, sebut saja untuk benda-benda bermotif batik khas Jogja, seperti gantunga kunci yang dihargai Rp Rp 10 ribu, pembuka amblop Rp 15 ribu, pengganjal pintu Rp 30 ribu, topeng pahat penghias dinding dihargai Rp 35 ribu sampai dengan Rp 200 ribu.
Benda-benda etnik jawa lainnya, ada satu set wayang yang dihargai mulai Rp 320 ribu, sampai kain yan dihargai Rp 55 ribu perbuahnya.Bagi anda peminat benda dengan etnik bali, anda bisa membeli kaaca dengan ukiran bermotif khas bali yang dihargai mulai dari Rp 250-300 ribu. Sedangkan untuk tas khas suku badui hanya dihargai Rp 15 ribu saja.
" Kita memang menyediakan benda-benda yang antik dan penh dengan nunas etnik," kata Titi Handayani, penanggung jawab toko.
Selain benda-benda etnik diatas, toko milik Didit Sulistyo ini juga menyediakan beragam beda kerajinan lainnya, seperti kaca dengan anyaman lidi yang dihargai Rp 150 ribu, keranjang anyaman bambu Rp 150 ribu, serta tatakan gelas dari kayu jati yang dihargai Rp 10 rib per buahnya.
Menurut Titi, sebagian besar pengunjung ayng datang adalah para oeminat benda etnik serta turis asing. " Orang bule banyak yang datang, katanya sih buat koleksi," tutur Titi. Setiap bulan, toko yang juga menjual lukisan hasil coretan tangan saang pemilik ini bisa eraup omset sekitar Rp 1 juta-an.(unsiyah)


Membuat Boneka Kertas dengan Tehnik Kusudama.

Origami, kata itu yang pasti keluar saat orang ditanya tentang tehnik melipat kertas di Jepang. Tapi sebenarnya masih ada seni melipat kertas lain lo...namanya Kusudama.
Bedanya, jika origami hanya memiliki satu lipatan, maka tidak demikian halnya dengan Kusudama yang memiliki beragam lipatan. Meskipun demikian tidak berarti Kusudama lebih sulit dari Origami. hasil seni melipat Kusudama juga lebih bervariasi, jika origami hanya bisa menghasilkan bentuk burung, maka Kusudama bisa berubah menjadi beragam bentuk mulai dari bola sampai dengan boneka-boneka ala eropa yang memiliki gaun besar serta bonek gadis jepang yang memakai Kimono.
Kertas yang bisa digunakan juga simpel, kalau kita tidak mampu membeli kertas jepang yang harganya sedikit mahal, kita bisa memakai kerta kado kok, praktis kan, paling tidak bisa mengisi waktu luang. Yang lebih menarik lagi, hasil-hasil seni usudama bisa menghasilkan uang juga lo...hal ini sudah dibuktikan oleh Vika Astarti.
Cewe yang memiliki toko di Lantai Dasar ITC BSD ini, lokasinya tak jauh dari eskalator menjual produk-produk Kusudama buatannya dengan harga bervariasi mulai dari Rp 5 ribu sampai dengan Rp 75 ribu semuanya ada disini. Kalau kamu tertarik, kamu bisa datang ke toko milik Vika. karena selain menjual produk Kusudama yang sudah jadi, Vika juga menerima kursus lo...(unsiyah)








Selasa, Juni 03, 2008

Aksesoris

Percantik diri dengan Asesoris Batu

Raup berkah dari asesoris bebatuan. Siapa bilang, batu hanya tak bisa dijadikan perhiasan, di Valentine ITC BSD, bebatuan khususnya batu Kalimantan diubah menjadi beragam asesoris yang cantik,dan menghasilkan nilai jual yang cukup tinggi.
Asesoris dari batu yang cukup beragam, mulai dari cincin, anting, bros sampai dengan kalung dibandrol dengan range harga Rp 5 ribu-Rp 280 ribu per unit. " Harga tergantung batu dan kerumitannya," kata Febri Handayani, pemilik Valentine.
Untuk jenis kalung misalnya dibandrol dengan harga rata-rata Rp 35 ribu, namun ada juga yang dihargai sampai dengan 60 ribu. Sementara untuk bros yang juga berbahan dasar batu kalimantan, dibandrol dengan harga Rp 40-Rp 90 ribu perunitnya.
Dikatakan Febri, hampir semua asesoris yang tersedia di toko yang berdiri sekitar dua tahun lalu tersebut, modelnya dirancang sendiri sehingga boleh dijamin bentuk-bentuk asesoris yang ditawarakan di toko ini eksklusif.
Selain membuat dan menjual beragam asesoris dari batu kalimantan, toko yang beralamat di lantai asar ITC BSD Blok E1 nomor 2 ini, juga menyediakan beragam asesoris wanita yang dengan bahan dasar dari mute-mute, mutiara air tawar, kristal sampai dengan emas putih.
" Semua bahan yang kita pakai, seperti mutiara mislaanya ini yang benar-benar kualitas nomor 1," kata Febri.Oleh karena itu, lanjut Febri, tidak mengherankan jika harga yang ditawaerkan juga relatif lebih mahal, sebut saja kalung yang dihargai mulai dari Rp 60-80 ribu perunit.
Pelanggannya tak hanya dari Tangerang, banyak masyaraka jakarta dan kota lainnya yang juga berburu perhiasan bebatuan di toko Velentine ini. " Yang dari Kalimantan juga ada yang langganan disini,"katanya.
Masalah omzetnya jangan ditanya, karena setiap bulan omzetnya bisa mencapai Rp 5 jutaan.(unsiyah)


Belanja Fashion Bali di Numero Uno BSD Junction

Anda termasuk penggila fashion khas Bali?gak perlu repot kok. Di Tangerang, tepatnya di BSD Junction lantai elongok Numero Uno di BSD Junction. Blok D 6 No 6, ada toko yang menyediakan beragam fashion khas Bali.
Numero Uno Handicraft and Art Design namanya, di tempat ini tersedia beragam fashion bali mulai dari baju, sandal sampai dengan tas anyaman. Khusus untuk tas, harganya murah kok, hanya berkisar Rp 30 ribu-Rp 75 ribu.
Variannya cukup beragam, mulai dari yang berbahan dasar eceng gondok, pandan, rotan, bambu sampai dengan mendong semuanya ada. Di toko yang semua barangnya di datngkan langsung dari bali ini tas dari anyaman rotan yang dihargai Rp 30 ribu dan tas eceng gondok yang dihargai sekiar Rp 50 ribu, cukup terjangkau untuk barang hand made(buatan tangan).

Selain tas, ragam sepatu dan sandal yang dijual juga bervariasi, mulai dari anyaman mendong, payet bali, sandal batik, mute-mute sampai dengan bordir bali. Harganya cukup murah hanya dihargai Rp 10-20 ribu saja.

Untuk baju juga tak kalah unik, sebut saja baju rajut yang dihargai Rp 25 untuk ukuran anak-anak dan 35 ribu untuk ukuran dewasa. Ada juga daster hasil perpaduan antara rajut dan batik bali yang dihargai Rp 40 ribu, serta daster bali yang dihargai Rp 20 ribu dan kaus bali yang diobral Rp 10 ribu saja. Harga baju paling mahal hanya Rp 60 ribu untuk jenis dress enan motif baik bali.
" Semuanya memang asal Bali, Kalau yang sudah ke Bali, mereka tahu apa yang kita jual memang asli dari bali," kata Juitri.
Anda ingin mengoleksi ragam fashion Bali?datang aja deh ke Numero Uno.(unsiyah)







Butik 'N Distro

CamauFlage Surga Army Mania

Penggemar baju loreng atau Army mania tak perlu jauh-jauh ke luar kota. Datang saja ke bilangan BSD City, Serpong. Tepatnya dibelakang pasar modern, sebuah clothing bernuansa militer dengan plang nama CamoUFlage Army Look Station, ditempat ini para penggemar fashion bernuansa hijau dan loreng-loreng ini bisa mendapatkan berbagai kebutuhan bagi para Army mania.
Ragam fashion yang tersedia tak hanya baju saja, sejumlah barang lainnya dengan nuansa yang sama juga tersedia di tempat ini, mulai dari topi, sandal, sepatu dan beragam aksesoris lainnya dengan ukuran mulai dari untuk anak usia satu tahun sampai dengan dewasa. Selain produk lokal, produk luar negeri tepatnya yang berasal dari Hongkong juga tersedia di distro yang sudah berdiri sekitar tiga tahun silam ini.
Salah satu pegawai, Risma menuturkan, tak hanya jenis barangnya saja yang beragam, motif loreng-loreng yang tersedia juga cukup bervariasi mulai dari hijau, coklat, coklat susu sampai dengan hitam.
" Kami sediakan corak loreng yang berbeda-beda, sehingga pengunjung juga makin banyak pilihannnya," kata Risma.
Masalah harga jangan khawatir, berbelanja fashion ala tentara di tempat ini, tak lantas akan membuat kanton anda kering. Beragam fashion yang dibandrol mulai dari haga puluhan ribu sampai ratusan ribu semuanya tersedia disini, tinggal sesuaikan saja dengan kocek yang dimiliki. " Kalau produk impor, memang cenderung lebih mahal," kata Risma.
Sebut saja produk celana yang dibanrol dengan hara berkisar Rp 60 ribu untuk produk lokal, dan Rp 245-Rp 265 untuk peroduk celana impor. opi dibandrol mula ari harga Rp 15 ribu untuk ukuran anak-anak dan Rp 20 ribu untuk ukuran dewasa. Sementara untuk tas dibandrol dengan harga mulai dari Rp 30 ribu untuk tas kecil sampai dengan Rp 0 ribu untuk ukuran besar. Masih bercorak army, untuk jaket dibandrol dengan harga berkisar antara Rp 100 ribu- Rp 175 ribu.
Setiap harinya, CamoUFlage bisa memperleh omset sampai dengan Rp 400 ribu, sementara untuk akhir pekan bisa sampai dengan Rp 600 ribu.(unsiyah)



Velvet Distro Ciledug

Velvet Distro tawarkan diskon besar-besaran. Beragam cara dilakukan untuk menarik pengunjung, diantaranya dengan penawaran diskon besar-besaran.
Hal ini juga yang dilakukan Distro pendatang baru di kawasan Ciledug, Velvet Distro. Distro yang baru berdiri empat bulan lalu ini menawarkan diskon antara 10-70 persen hampir untuk semua produk yang ditawarkan. “ Diskon ini berlaku 1-15 mei mendatang,” kata Aris, salah satu pemilik Distro.
Pemberia diskon tersebut diharapkan bisa menambah jumlah pengunjung yang berimbas pada kenaikan omzet yang diperoleh. Sejak dibuka awal tahun lalu, Distro yang banyak dikunjungi kalangan ABG ini bisa meraup omzet sedikitnya Rp 2 juta perhari.
“ Kalau akhir pekan, omzet bisa lebih dari itu,” lanjut Aris.
Hampir semua barang yang tersedia di Distro ini merupakan merek kenamaan di Jakarta dan Bandung, seperti Dead Seventies, Voltage, Hemorage dan Replika. Harganya juga lumayan terjangkau, bisa disesuaikan dengan kantong anak-anak ABG. Unruk produk T shirt misalya dibandrol mulai dari harga Rp 60 ribu-Rp 80 ribu, Jaket Rp 120 ribu-Rp 160 ribu, Cardigan Rp 50 ribu-Rp 110 ribu.
Selain ketiga produk diatas, produk lain seperti anal, ropi, pin, switer dan celana juga tersedia di Distro ini. “ Untuk cewe maupun cowo semuanya ada, dan haraganya sesuai dengan kantong,” kata Aris sembari sedikit berpromosi. (unsiyah)

Profile Distro Pamulang, sediakan beragam aliran

Berbeda dengan distro kebanyak, yang mengusung satu tema khusus, tidak demikian dengan Profile Distro Pamulang. Distro yang berlokasi dikomplek ruko Pamulang Indah 1 ini, menawarkan beragam aliran fashion, mulai dari aliran pop sampai dengan underground semuanya ada.
Salah satu petugas Distro, Ali Arif, setiap bulan barang yang disediakan di distro yang sudah memiliki delapan cabang di Tangerang ini selalu berganti mengikuti tren yang berlaku di masyarakat. "Kalau trennya under ground ya kita ikut underground," kata Ali.
Hasilnya, distro yang berada dekat dengan salah satu kampus ini bisa meraup untung sekitar Rp 20 juta pada bulan pertamanya. Selain selalu up to date dalam model, distro yang menyediakan berbagai perlengkapan fashion mulai dari dompet sampai t-shirt ini juga menyediakan model barang dalam jumlah terbatas (limited edition).
"Barang semuanya berasal dari Bandung dan jumlahnya terbatas," kata Ali.
Meskipun merek barang yang sudah disediakan sudah memiliki nama besar di dunia fashion, seperti Feedbanck, Rolling, Farazi dan Iodium ini tetap dipatok dengan harga yang terjangkau. Mulai Rp 50 ribu untuk kaos, Rp 100 ribu-Rp 135 ribu untuk tas,ragam sandal Rp 35 ribu-Rp 75 ribu per pasang, Rp 60 ribu untuk topi dan dompet dibanderol Rp 70 ribu. Arif mengimbuhkan, saat ini model klasik menjadi favorit para pengunjung distro dengan slogan “Recharge Your Style” ini. (unsiyah)















KULINER


Kuliner lezat di Serpong
Dari tahu slawi sampai Bebek semuanya tersedia.



 
Mau makan enak di Tangerang? Gampang, coba saja susuri jalan-jalan di Serpong, dipastikan salah satu dari puluhan bahkan ratusan tempat makan, mulai dari warteg sampai dengan resto ada yang sesuai dengan selera anda.
Serpong misalya, daerah selatan Kabupaten Tangerang ini, beragam makanan dari berbagai daerah baik dalam maupun luar negeri, semuanya tersedia. Meskipun banyak, mungkin anda masih bingung rumah makan yang akan anda singgahi. Karena tidak sedikit resto-resto dengan penampilan sederhana memiliki sajian-sajian dengan kenikmatan ala makanan resto mewah, dan rame pembeli.
Tak hanya ditepi jalan raya Serpong saja, empat makan sekaligs nongkrong menjamuir, di jalan-jalan lain seperti jalan Rawabuntu juga banyak tersebar rumah makan dengan beragam ciri khas. menyusuri jalan setelah BSD Junction dari arah Tangerang, tepatnya setelah Kelurahan Rawabuntu terdapa rumah makan dengan plang nama cukup sederhana bertuliskan RM Tahu Murni Slawi.
Sepintas rumah makan ini tampak biasa-biasa saja, hanya mobil-mobil mewah yang berjajar rapi yang membedakannya. Sesuai dengan namanya, pertama kali masuk tampak ratusan tahu berjajar dan sejumlah penggorengan besar berada di dekat pintu masuk.
Saat dihidangkan pertama kali, bentuk dan rupanya sama dengan tahu-tahu lainnya, yang membedakan hanya ada tempelan tepung kanji di permukaan tahu. Tapi jangan salah, coba cicipi.Gigitan pertama masuk kemulut, rasa gurih dari tahu begitu terasa, terlebih jika sudah mencicipi bagian tempelan tapung kanjinya, hm.......lezat..namun lebih enak lagi jika dipadupadankan dengan cabe rawit atau saus, pasti lebih mak nyusss.
Sang Pemilik, Siti Mulatifah (39) didampingi sang suami MUsa Abdullah (53) menuturkan, semua menu yang disajikan di rumah makan yang dibuka sejak tahun 1997 silam tersebut adalah makanan khas Slawi, Jawa Tengah.
" Semuanya asli Slawi, termasuk tahunya," katanya.
Selain tahu, menu asal Slawi lainnya seperti soto slawi, teh slawi, martabak lebaksiu, susu kedelai dan sop buntut semuanya tersedia disini. Semua bahan makanan yang tersedia disini, diperoduksi sendiri oleh keluarga Musa, kecuali eh slawi yang didatangkan langsungd ari daerah di pantai utara pulau jawa ini. Untuk memproduksi tahu dan susu kedelainya, mereka memiliki pabrik tahu yang berada di belakang taman tekno BSD.
Selain RM Tahu Murni Slawi, masih diwilayah Serpong tepatnya di jalan Ciater Raya, sektor 14,6 BSD, anda juga bisa mencicipi ragam menu yang tak kalah nikmatnya. Ya...di rumah makan dengan nama Waroeng Rindu Makan ini, pengunjung bisa menikmati beragam menu yang semuanya dikombinasikan dengan Bebek.
Iik, salah sat karyawan mengatakan, semua menu yang tersedia ditoko yang terkenal dengan sebutan warung sate bebek ini memang mengandun unsur bebek." Semuanya ada bebeknya, tak hanya sate, nasi goreng juga ada bebeknya," kata Iik.
Selain sate yang dihargai 1200 pertusuk dan nasi goreng bebek dengan harga Rp 9 ribu per porsi, pengunjung juga bisa mencicipi menu bebek lainnya seperti sop tulang bebek, bebek bakar, mie rebus bebek dan mie goreng bebek, semuanya dijamin mak nyus......
Bagi anda penggemar masakan betawi, jangan khawatir masih di sekitar sektor 14,6 anda juga bisa menemukan rumah makan yang menyediakan menu-menu asli betawi, seperti sayur asem dan pesmol ikan kembung patut dicoba di rumah makan H Sari ini. (unsiyah






Sajian Kota Musi di Tangerang 



Mendengar kata Palembang, sungai Musi dan pempek menjadi hal yang langsung terlintas di benak kita. Khusus pempek yang memang sudah terkenal sebagai sajian khas Palembang ini, tak perlu repot mendapatkannya.
Tangerang, sebagai salah satu surga bagi para kuliner juga menyajikan beragam jenis makanan khas Palembang ini. Sebagai salah satu tempat yang memanjakan para penjelajah kuliner, tak hanya pempek, makanan khas Palembang lainnya seperti Pindang Ikan Patin, Ikan Seluang Goreng lakso dan es kacang merah juga tersedia di Tangerang.
Untuk mendapatkannya, tak perlu repot di wilayah serpong misalnya terdapata beberapa rumah makan yang khusus menyediakan makanan khas kota yang dibelah sungai musi ini. salah satunya yang sudah cukup dikenal masyarakat Tangerang adalah RM Meranjat.
Rumah makan yang berada di Jalan Boulevard Raya, gading Serpong ini menwarkan sejuta citarasa khas Koa Musi. Resto yang berdiri sekitar awal tahun 2006, menjadi salah satu resto Pelmbang yang banyak dikunjungi pembeli, mulai dari orang asli palembang sampai dengan warga keturunan Tiong Hoa, banyak yang berkunjung ke tempat ini.
Pindang Ikan Patin menjadi menu khas Palembang yang cukup disukai oleh pengunjung retso milik Eka Nagari ini. Salah satu pegawai, Ita mengatakan salah satu keunggulan yang ditawarkan Pindang patin milik RM Meranjat ini adalah bahan baku yang didatangkan langsung dari Palembang.
" Ikan Patinnya kita datangkan langsungd ari sungai Musi, sehingga tidak amis seperti yang ada disini," kata Ita.
Selain Pindang Ikan Patin, menu andalan lain RM Meranjat adalah Ikan Seluang Goreng. Menu ikan yang menyerupai teri dan memiliki rasa gurih ini juga didatangkan langsung dari sungai Musi.
Harganya, cukup terjangkau untuk satu porsi pindang ikan patin misalnya hanya dibandrol dengan harga Rp 12.500, sementara untuk ikan Seluang dibandrol Rp 7.500 per porsi.
Selain kedua menu ini, RM Meranjat juga menyediakan baragam menu khas palembang lainnya seperti aneka pempek mulai dari lenjer sampai dengan tekwan yang dibandrol dengan kisaran harga Rp 3 ribu sampai Rp 9 ribu, burgo yang dibandrol dengan harga Rp 9 ribu sampai dengan es kacang merah. yang dibandrol dengan harga Rp 6.500 per porsinya .
Burgo adalah makanan sejenis kwiteuw dengan tekstur lebih lembut dan disajikan dengan kuah santan yang sudah dilengkapi dengan kaldu ikan. Sementara untuk es kacang merahnya cukup lezat untuk disantap, berbeda dengan penjual es kacag merah pada umumnya, ditempat ini Kacang merah yang disajikan cukup lembut dan rasanya manis legit, karena dipadupadankan dengan gula, sirup dan juga susu. Untuk semakin melengkapi nostalgia anda dengan suaaasana Musi, rumah makan ini juga menyediakan bergam kerupuk asli Palembang.
Jika anda penggila pempek, anda bisa datang ke Warung Pempek Pak Raden yang ada di Jalan Raya Serpong. Warung Pempek yang sudah memiliki beberapa cabang di Jakarta dan Tangerang ini, menjamin kepuasan anda untuk menikmati pempek.
" Ada sekitar 12 jenis Pempek yang kita sediakan disini,' kata M Ridwan, sang pemilik.(unsiyah)




Puas NIkmati Pempek di Warung Pempek Pak Raden

Siapa tak kenal Pempek, makanan khas Palembang ini sudah banyak digandrungi masyarakat di Tangerang dan Jakarta. Mulai dari yang dijajakan sampai kedai khusus pempek sudah cukup menjamur di Tangerang.
Sebut saja Warung Pempek Pak Raden. Meskipun baru dibuka belum lama ini, namun warung pempek yang berada di Jalan Raya Serpong ini, cukup ramai dikunjungi pembeli. Terlebih saat akhir pekan, warung ini pasti penuh disesaki pengunjung.
Kendati menu yang disajikan didominasi oleh pem-pek, anda tidak perlu khawatir akan bosan. Pasalnya, di warung ini sedikitnya ada 12 jenis pem-pek yang tersedia, mulai dari yang banyak dipasaran seperti pem pek lenjer sampai dengan pistel atau pempek pepaya.
Sang Pemilik M Ridwan mengatakan, selain macamnya yang cukup banyak, wruang pem-pek yang sudah memiliki beberapa cabang di Tangerang dan Jakarta ini juga memiliki kekhasan pada bahan dasar Pempek yang digunakan.
" Kita tidak pakai ikan tenggiri, melainkan ikan gabus yang didatankan langsung dari Palembang," kata ayah dua orang anak ini.
Hal ini, lanjutnya dilakukan untuk mengurangi rasa amis yang banyak dirasakan pada pempek. Beberapa jenis pempek yang tersedia di warung makan ini antara lain lenjer, adaan, mpek-mpek kulit, kapal selam, model, tekwan dan juga pistel.
Model adalah mpek-mpek berisi tahu yang disajikan dengan kuah gurih, namun bagi anda pecinta rasa pedas bisa menambahkan menu yang satu ini dengan sambal cabe hijau, yang dijamin akan membuat rasa pempek semakin mak nyuss.
Sementara pistel, yang menjadi menu khas warung ini adalah pempek yang berisi tumis pepaya muda yang sudah dimasak dengan ebi, cara menyaantapnya sama dengan pempek pas aumumnya, yakni dengan dicocol di cuka yang telah disediakan.
Masalah harga jangan khawatir, pem-pek paling murah dibandrol dengan harga Rp 3 ribu perunitnya untuk jenis seperti lenjer kecil dan adaan, sementara paling mahal dibandrol dengan harga Rp 9 ribu untuk jenis seperti Lenjer besar, model dan kapal selam. (unsiyah)





Nasi Uduk Betawi ala Bang Aufar

C
itarasa Betawi tak hanya sayur asem dan nasi uduk, masih banyak menu lainnya yang juga tak kalah sedap. Sebut saja ayam goreng sampai dengan paru goreng.
Bagi anda yang ingin menikmatinya, coba saja datang ke Nasi Uduk Bang Aufar yang berada di deapn Samsat Kabupaten Tangerang, BSD. Di tempat makan yang baru buka pada 12 April kemarin ini, anda dijamin akan puas menyantap beragam menu khaas betawi.
Warung yang beroperasi dari pukul 17.00-02.00 wib ini menawarkan menu makanan khas Betawai dengan harga yang cukup terjangkau. Sebut saja seporsi ayam goreng dan nasi uduk yang hanya dihargai Rp 12 ribu, paru Rp 6 ribu. " Dengan harga tersebut, menu sudah lengkap dengan segala rupa lalapannya,' kata Kholifah, bagian Adminitrasi Nasi Uduk Bang Aufar.
Di tempat ini, penyajian nasi uduk tidak seperti warung makan umumnya yang diletakkan diatas piring, warung makan yang banyak dikunjungi warga di sekitaran BSD ini menyajikan nasi uduk yang dibungkus dengan daun pisang dan bentuknya menyerupai tabung, serta memiliki bau yang cukup harum, dan dipastikan menggugah selera.(unsiyah)





Onde-onde ala Banyumas

Menikmati makanan khas Banyumas, Onde-onde tak perlu repot lagi, di jalan Raya Serpong tepatya di Km8 tersedia warung yang khusus menyediakan onde-onde Banyumas.
Onde-onde yang disediakan di toko yang berdiri sekitar dua bulan ini juga berbeda dibandingkan dengan onde-onde di tempat lain. " Kalau onde-onde yang kita sediakan benar benar onde-onde yang berkualitas, mulai dari enten-entennya sampai dengan wijennya," kata Vera, pengelola Onde-Onde Istimewa Cabang Serpong ini.
Toko yang sudah memiliki sedikitnya 6 cabang di Jakarta dan Tangerang ini, membandrol onde-onde buatannya dengan harga Rp 10 ribu per Box atau Rp 2 ribu per biji. Makanan yang terdiri gilingan kavcang hijau yang dibalut dengan adonan tepug ketan dan dan taburan wijen ini, mendapat respon cukup bagus dari masyarakat Tangerang.
Terbukti, sedikitnya 400 butir onde-onde atau 80 box onde-onde bisa terjual di toko ini. Dituturkan Vera, onde-onde yang bisa bertahan sampai dua hari ini, paling pas jika di santap dalam kondisi hangat. " Kalau sudah dingin juga tidak apa-apa, karena rasanya tetap gurih," katanya.(unsiyah)




Jelajah Kuliner di Tangerang
Sajian ala Rumah, rasa ala Resto


Menjelajah kuliner di Tangerang, jangan pernah tertipu dengan penampilan luarnya, pasalnya tidak sedikit Rumah Makan di Tangerang yang penampilannya seperti warteg, dan makanan yang disajikan juag menu rumaha, tapi untuk masalah ras dan pelanggan tak kalah meskipun dibandingkan dengan resto.
Sebut saja Rumah Makan H Kokom yang beralamat di Cipondoh Tangerang. Rumah makan yang sajiannya banyak didominasi makanan ala Betawi ini, dari luar tak ada yang istimewa, tapi cobalah melintas saat jam makan siang, puluhan mobil berjajar di depan rumah makan ini.
Komariyah atau akrab di sapa H Kokom, sang pemilik mengatakan awalnya rumah makan yang sudah berdiri sejak tahun 86 tersebut hanya sebuah warteg. " Dulu ini hanya warung nasi," katanya.
Sayur Asem ala Betawi yang disajikan di rumah makan yang beroperasi sampai jam 16.00 ini menjadi menu yang paling banyak di pesan oleh pengunjung. Namun, bagi yang ingin menu lainnya juga tak perlu khawatir, menu gurame dan ayam bakar serta goreng juga bisa di pesan di tempat ini. Bagi anda penggemar cah kangkung juga tak perlu khawatir.
Untuk bisa menampung ratusan pengunjung yang datang setiap harinya, selain tempat makan di bagian depan, saat ini Rumah Makan H Kokom juga menyediakan sekitar 30 saung di bagian belakang rumah makan yang terdiri dari lesehan dan tempat duduk biasa.
Masalah harga, tak perlu khawatir, jika dibandingkan dengan citarasanya yang mak nyuss, harganya tergolong terjangkau, sebut saja sayur asem yang hanya dibandrol Rp 3 ribu per porsi, Gurame dibandrol dengan harga Rp 60 ribu per ekor, dan ayam yang dibandrol dengan harga Rp 9.500 per potongnya.
Disinggung mengenai keistimewaan, H Kokom mengaku tidak ada yang istimewa dengan masakan di rumah makan miliknya. " Sebenarnya sama saja dengan makanan rumahan lainnya, tidak ada yang istimewa, karena ini merupakan resep yang biasa dimasak dirumah," tutur H Kokom.
Mungkin, tambah H Kokom, cara masak yang dilakukan secara tradisional yakni masih menggunakan kayu bakar, menjadi salah satu faktor pendting masakannya banyak disukai pengunjung. Pelangganya juga tidak sembarangan, mulai dari masyarakat biasa, artis, sampai dengan pejabat pemerintahan sering berkunjung ke tempat ini.
Selain Rumah makan H Kokom, di daerah Pondok Aren tepatnya di Pondok Jaya juga tersedia warung nasi yang banyak dikunjungi pembeli. Ya....warung nasi Haji Masa, demikian orang biasa menyebutnya, setiap hari ratusan orang berkunjung ke tempat ini. Begitu masuk ke tempat ni, kita tidak seperti di sebuah rumah makan, tapi seperti di rumah sendiri.
Masalah menu andalan, sayur asem ala Betawi masih menjadi andalan di tempat ini. Selain sayur asem, sejumlah makanan ala betawai lainnya seperti aneka menu pepes Jamur dan ikan asin juga siap menggoyang lidah anda.
Warung nasi yang beroperasi dari pukul 10.00-21.00 wib ini awalnya juga hanya warung kecil yang dirintis oleh istri dari H. Masa yaitu Hj. Somih, sekitar tahun 1996 lalu. Selain beragam pepes, warung nasi H Masa ini juga menyediakan sambel mentah yang digebrak saja dan bisa dipastikan akan membuat kerinagt bercucuran.
Setiap satu porsi yang terdiri dari sayur Asem, ikan gabus/ikan gurame, sambal dan lalap, dibandrol dengan kisaran harga Rp 25 ribu, namun satu mangkok dihargai Rp 5 ribu rupiah. Yang membuat beda warung nasi ini adalah penyajiaannya yang dilakukan secara Perasmanan. Selain menu Sayur asem dan pepes, sejumlah menu ala rumahan lainnya juga tersedia, seperti gulai dan ayam goreng.
" Peresmanan ini sebagai upaya kita untuk memuaskan pelanggan," kata H Somih singkat.(unsiyah)


Nuansa Solo di Tangerang

Menjelajah kuliner di Tangerang bukanlah hal yang sulit, antara satu tempat makan dengan yang lainnya juga tak terlalu jauh, boleh dibilang hanya dengan melangkahkan kaki beberapa langkah saja kita sudah bisa menemukan resto baru.
Tak hanya jumlahnya yang banyak, ragam menu dan resto yang ditawarkan juga banyak, mulai dari menu asli Tangerang, luar aerah sampai dengan menu luar negeri, hampir semuanya bisa ditemukan di Tangerang.
Salah jenis resto yang kian marak di Tangerang, adalah resto yang menyediakan menu-menu khas daerah. Sebut saja resto yang menyajikan makanan khas solo, jika beberapa waktu lalu mash bisa dihitung dengan jari, maka tidak dengan sekarang.
Untuk menunjang citarasa masakan Solo, tak hanya menu saja yang tersaji, karena tidak sedikit dari mereka yang benar-benar menawarkan suasana khas solo, mulai dari dendang lagu campur sari sampai dengan resto berupa rumah joglo.Kawasan Bintaro Tangerang, menjadi daerah yang banyak memiliki rumah makan yang menyajikan nuansa solo, diantaranya Pondok Dahar Eyang Titi, Kampung Bunga serta Rumah makan dan Galerry Djoglo.
Masuk di Pondok Dahar Eyang Titi, yang beralamat di Jalan Senayan Utama Blok H5, nomor 1 A, sektor IX Bintaro ini, kita seakan-akan dibawa ke suatu kota seni di Jawa Tengah, tepatnya Kota Solo.
Sejumlah perabot mulai dari meja dan kursi kayu tampak tertata rapi, perabot kayu yang ukurannya relatif besar ini hampir semuanya dipenuhi dengan ukiran. Terangnya lampu yang biasa di saksikan di resto-resto tak tampak di tempat ini, hanya ada lampu minyak yang menerangi resto ini ala kadarnya.
" Semua yang disajikan disini memang bernuansa solo, mulai dari interior sampai dengan menu yang disajikan semuanya murni solo," kata Komarun, selaku penanggung jawab resto ini.
Beberapa menu andalan khas solo yang dihadirkan ditempat ini adalah Nasi Pecel, Salad Solo, dan gado-gado yang semuanya asli solo.Bagi yang ingin menikmati sajian khas Solo dengan lesehan tak perlu khawatir, di belakang gebyok besar yang ada di resto ini disediakan tempat makan lesehan bak di keraton solo. " Semuanya masih bertahan ala solo, pemilik tiak ingin mengubahnya sedikitpun.
Tak jauh dari Pondok Dahar, sebuah rumah Joglo dengan plang nama Rumah makan dan Gallery Djoglo Solo berdiri, tepatnya di Jalan Tegal Rotan, No 52 A Bintaro. Menginjakkan kaki di halaman rumah joglo ini, tak pernah dibayangkan jika rumah ini merupakan sebuah resto, tetapi hanya terlintas rumah gallery.
Pasalnya, dari luar rumah yang tanpa sekat ini, hanya tampak berbagai perabot khas Solo yang tak pernah lepas dari ukiran serta aksesoris-aksesori dengan etnik jawa yang tertata rapi. Tapi, cobalah melongok ke dalam rumah, di bagian tengah rumah tepatnya di depan gepyok tampak sejumlah kuali lengkap dengan tutup berbaris rapi. T ak hanya itu, hembusan angin dibarengi sayup-sayup musik campur sari juga bisa dirasakan di tempat ini.
Begitu tutup kuali dibuka, beragam makanan mulai dari gorengan, bebek goreng, gudeg, gulai tengkleng, tumis pare, pepes dan lainnya langsung menggugah selera untuk segera menyantapnya. Maria (54) sang pemilik resto menuturkan, penyajian khas ala Solo memang sengaja dipilihnya untuk resto yang baru dibuka sekitar lima bulan lalu tersebut.
" Kami ingin pengunjung benar -benar bisa menikmati makanan dengan nuansa solo yang kental, oleh karenanya kami berani menghadirkan rumah joglo berumur ratsuan tahun yang dibawa langsung dari Solo," kata Maria.
Kendati nuansa yang disajikan benar-benar berbeda, namun harga makanan yang disajikan cukup terjangkau, boleh dibilang sama dengan pedagang kaki lima. sebut saja ragam masakan bebek yan hanya dibanrol Rp 12.500 per prosi, tumis pare Rp 3.500, gulai tengkleng Rp 15 ribu, pepes dengan kisaran harga Rp 3.500 sampai Rp 8 ribu. Selain bisa menikmati beragam menu solo, pengunjung juga bisa membeli sejumlah barang khas solo yang tersedia disini. Bagi anda yang tertarik atau rindu dengan nuansa Solo, cobalah sekali-kali berkunjung di daerah selatan Tangerang ini.(unsiyah)




Makan sembari belanja ala Resto dan Djoglo Solo



Makan sembari berbelanja, konsep inilah yang diusung Rumah Makan dan Gallery Djoglo Solo, Bintaro. Di rumah makan yang berdiri sekitar 5 bulan lalu ini pengunjung tak hanya beragam sajian khas solo saja yang bisa dinikmati, selain itu pengunjung juga bisa berbelanja berbagai kebutuhan mulai dari sandal, baju sampai furnitur yang kental dengan etnik Solo.
Sang pemilik, Maria (54) menuturkan, awalnya dirinya tidak pernah membayangkan sama sekali akan memiliki resto, pasalnya saat pertama kali Djoglo didirikan di tepat tersebut sekitar satu tahun lalu, dirinya hanya berniat berbisnis gallery.
" Karena saya melihat potensi usaha resto khususny makanan solo cukup bagus, akhirnya saya memberanikan diri untuk memulai usaha ini," kata Maria.
Dari sekedar iseng lantaran ingin memuaskan pengunjung gallery yang kadang kesulitan mencari makanan, kini Maria sukses menggeluti bisnis ini. Sedikitnya Rp 2 juta bisa dikantunginya resto yang menyediakn berbagai menu khas solo seperti nasi liwey, mie pecel daan setiap hari.
Meskipun mengusung konsep solo, tak berarti semua barang yang disediakan murni sari solo, tengok saja sejumlah lukisan yang tergelak di bagian tengah usahanya, ada sebagian yang bersalari Bali dan Jogja. " Kebetulan saya sering hunting, makanya barang yang tersedia juga beragam, mulai dari yang berasal dari Jogja, Bali dan Solo," pungkas wanita yang hobi berbisnis ini.
Menurutnya, memadukan Gallery dengan resto memberikan keuntungan tersendiri, paslanya tidak sedikit dari pegunjung yang awalnya hanya berniat makan, tertarik membeli sejumlah barang. " Keduanya kita gabung tanpa menonjolkan salah satu dari keduanya," kata

Maria.(unsiyah)

Asinan Tangerang yang mak nyussssssss

  Tak salah jika Tangerang diidentikkan dengan kota pembuangan para kriminal saja, karena di daerah yang merupakan satelitnya Jakarta ini ada sedikitnya 5 lembaga pemasyarakatan yang berdiri.
Meskipun demikian, urusan citarasa kuliner, Tangerang tak bisa dianggap enteng, karena kota yang masuk dalam wilayah Banten ini juga memiliki beberapa macam kuliner dengan citrasa yang khas, dan tak kalah jika dibandingkan dengan kota lainnya diantaranya Asinan.
Untuk mendapatkan jajan asli Tangerang ini, kita tak perlu repot lagi, di sepanjang jalan Hasyim Ashari saja kita bisa menemukan sedikitnya tiga warung asinan. Warung Asinan Iu Sopy, salah satunya. Warung asinan yang menjadi langganan Walikota Tangerang, H Wahidin Halim ini menjadi warung asina yang cukup dikenal di Tangerang.
Sang pemilik, Sopy (55)menuturkan, dirinya memulai bisnia asinan ini sejak tahun 1975, ada da macam asinan yang disediakan yakni asinan sayur dan asinan buah. Menurutnya, yang membedakan asinan miliknya dengan asinan lainnya, adalah pada bumbunya yang benar-benar mak nyusss, dan rasa asam manisnya benar-benar terasa. " Orang bilang bumbunya asinan buatan saya lebih terasa, tapi kalau resepnya rahasia," kata Sopy.
Setiap harinya, dirinya bisa menjual sedikitnya 500 bungkus asinan Dijelaskannya, asinan sayur dibuat dari campuran dari kol, toge, wortel, caisim, dan timun yang semuanya diasinin, ditambah dengan sedikit potongan tahu dan sebuah kerupuk kuning, yang kemudian diguyur dengan bumbu kacang. (unsiyah)



Warung lesehan Mat-Mat Pak
Tawarkan menu khas jawa dengan layanan terbaik.


Rumah makan ala tradisional saat ini sudah menjadi trend di perkotaan. Tidak sedikit pemilik resto yang mengembangkan konsep ini meraih sukses.
Ini juga yang dirasakan Waroeng Mat-Mat Pak Item, dengan mengusung tema lesehan ala Jogja, resto yang beralamat di Taman Sari Lippo Karawaci tidak pernah sepi pembeli.
Setiap harinya , puluhan bahkan ratusan orang datang ke warung lesehan ini. Pengunjung tidak hanya bisa menikmati suasana makan ala jawa, yang diiringi dengan iringan lagu campur sari yang terus diputar. Di resto ini , pengunjung juga bisa menikmati berbagai jenis olahan makanan yang semuanya khas jawa.
" Kita memang ingin membawa setiap pengunjung bisa merasakan nikmatnya makan di jawa," kata Abdul Karim, Kepala Cabang Waroeng Mat-Mat Pak Item, Taman Sari.
Ayam bakar dan ayam goreng kremes menjadi menu favorit di warung makan yang memiliki motto " Murah, meriah, ramah dan ibadah". Setiap hari, warung makan ini bisa menghabiskan sedikitnya 25 ekor ayam kampung. Mengenai omzet, Karim menjelaskan, setiap harinya warung makan ini bisa meraup omset sedikitnya Rp 3,5 juta.
Bagi pembeli yang datang ke warung makan ini, tak perlu takut akan bangkrut, karena dengan uang Rp 10 ribu saja, pengunjung sudah bisa menikmati dua menu andalan resto ini. Mengenai rasa, jangan ditanya, karena semua makanan yang tersedia disini dijamin lezat, untuk ayam bakar dan ayam goreng kremes misalnya, selain memiliki daging yang empuk, bumbu juga merasa ke daging. "Bumbunya semua diramu sendiri, sehingga rasanya lebih terasa dan ayamnya dijamin empuk ," tutur karim.
Yang jelas, lanjutnya, kami mengutamakan pelayanan teraik kepada pengunjung. Tidak mengherankan, meskipun menu yang disajikan merupakan menu khas jwa, namun pengunjung yang datang cukup beraneka ragam. " Tadinya kami tidak pernah menyangka, warga-warga keturuna Tiong hoa ternyata juga tertarik dengan makanan disini," pungkas Karim(unsiyah)

Konsep jadoel di Saggo Kitchen.
Nikmati nostalgia masa lalu dengan makanan tempo dulu


Melintas di depan Sagoo Kitchen di area Downtown Walk, Summarecon Mal Serpong, tiba-tiba langkah ini terhenti. Pandanganpun langsung tertuju ke sejumlah barang tempo dulu, seperti toples yang terpampang di toko tersebut.
Bukan hanya toples yang terpampang di balik kaca elatase toko, sejmlah barang era 80-an seperti telepon dan panci. Belum lagi, jejeran jajanan warung yang sudah jarang ditemukan seperti permen davos, permen asam dan coklat jago juga terlihat di toko yang didominasi warna coklat.
Disisi lain, gantungan kemoceng, pukulan kasur dan satu set masak-masakan ikut meramaikan secuil tembok yang ada di toko ini. Meskipun banyak ditemukan barang unik dan antik era dulu, namun oko ini bukanlah toko barang antik, melainkan sebuah resto modern yang menggunakan konsep tempo dulu.
Menurut Supervisor Saggo Kitchen, Rizal Andi Kartiwa ke-jadoel-an memang menjadi konsep yang diusung resto dengan slogan Lets remember The Good Time Old ini. " Kita memang ingin membawa kenangan masa lalu kepada pengunjung yang datang," kata Rizal.
Tidak hanya tampilan luar saja yang kuno, Sagoo Kitchen juga menyajikan sejumlah jajanan anak-anak warungan, makanan tradisional yang belum tersentuh teknologi modern, sampai makanan rumahan.
" Resep yang ada disini semuanya diambil dari resep keluarga, yakni didominasi menu campuran jawa dan cina," tutur Rizal.(unsiyah)




Pitik Ijo, makanan khas Semarang



Di resto yang berada di bilangan BSD ini, anda dijamin akan mendapatkan nuansa yang berbeda saat petama kali masuk. Nuansa beda tersebut, diantaranya berupa nuansa alami pedesaan, yang ditampilkan melalui bangunan yang didominasi bambu dan juga iringan lagu campur sari yang terus terdengar.

Menu utama Pitik Ijo, ayam goreng kampong juga disajikan dengan rasa yang berbeda dengan resto pada umumnya. Di resto yang baru berdiri sekitar sebulan yang lalu tersebut, menu ayam goreng dilengkapi dengan kremez, sambal dan juga lalapan yang beraneka ragam.

Pebedaan yang paling mencolok adalah dalam hal sambel, di resto ini sambel disajikan dengan cara dilumui langsung kea yam yang sudah igoreng, kemudian ditutup dengan kemez. Sambel yang digunakan juga berbeda, karena resto ini menggunakan sambel hijau sebagai pelengkap ayam goreng, sehingga rasanya pun lebih pedas. “ Kebanyakan kan pakai sambel merah biasa,’ Kata Magdalena Dewi, pemilik Pitik Ijo Resto.

Sesuai dengan slogan yang dipakai, “ Rasa bintang lima, harga kaki lima”, Pitik Ijo juga menawarkan harga yang cukup terjangkau, bekisar Rp 8.500 per porsi untuk semua menu utama.

Bagi mereka yang tidak suka pedas, Pitik Ijo juga menyediakan menu pitik ijo denagn sambel tepisah dan juga menu pitik ijo yang menggunakan sambel bawang. Tak terlepas daisambel hijau, Pitik Ijo juga menawarkan menu empal yang tak kalah lezatnya.
Menu utama lain yang ditawarkan resto ini adalah sayur asem yang hanya dipatok dengan harga Rp 5.500 perporsinya.” Sekarang tinggal pilih,’ tawar Dewi.(unsiyah)